Monday, November 1, 2010

manyfold by anthony lelyland

Anthony Lelyland, adalah seorang ahli matematika, seniman dan designer:

Karya nya menggunakan aturan dan konstrain untuk mengarahkan proses kreatif,

dengan bahan2 natural yang siap pakai, bahan industri dan objek konseptual

yang mengajukan ide desain manifold.

Manifold 2 adalah hasil dari sebuah game matematika

untuk merancang sebuah coffee table dari lembaran material kotak,

dengan cara memotong dan menekuk sendiri, tanpa mengunakan elemen lain

terdiri dari lempengan baja setebal 6 mm yang dipotong dan dilipat

hingga menghasilkan bermacam2 coffee table dengan cat duko

sebagai finishing akhirnya. berikut ini beberapa contoh karyanya.







images dan info diambil dari dezeen magazine.

Friday, July 23, 2010

a conversation with Jero Mangku Sata, brickmaker at Keramas, Gianyar, Bali

Pak Mangku begitu panggilannya; saya mengunjunginya di desa terpencil
tidak jauh dari Ubud, Bali namanya desa Keramas, di tempat inilah Pak Mangku
membuat sendiri cetakan batu bata mengaduknya dengan adonan yang tepat kemudian membakar dan mengeringkannya untuk dijual sebagai batu bata.
Jika ditanya umurnya dia menjawab delapanpuluhtahun...kira-kira tapi semangatnya seperti anak muda...
membuat bata tidak semudah yang kita bayangkan selain memilih tanah yang baik mengaduknya dengan teknik khusus...ditekan-tekan dan akhirnya dicetak dengan kayu hasil buatannya sendiri.
saya memahami bahwa ini adalah al mendasar dalam menciptakan arsitektur..sejak berabad abad yang lalu bata sudah menjadi material utama membentuk dinding...
Tapi saya suka bata yang setengah matang yang dalam proses pembakaran berada di sisi terluar karena warnanya lebih coklat... dan tampak rapuh tetapi natural.
Pak mangku Sata mempersilahkan saya mengambilnya sesuka hati karena bata yang saya pilih biasanya tidak ada yang mau beli.
Terima Kasih pak Mangku, saya sedang bersiap diri untuk experimen berikutnya dengan bahan bata setengah matang dari pak Mangku.
BP













Monday, June 14, 2010

Gaudi Chair by studio Geenen, Utrech The Netherlands

Dutch designer Bam Geenen of Studio Geenen has designed a chair using hanging chains to determine its form. Called Gaudi Chair, the piece is made of a carbon-fibre weave and a glass-reinforced nylon rib structure. It is based upon architect Antoni Gaudí’s modelling method used to design arches of optimum strength.








Gaudi Chair

The Gaudi Chair is the follow-up of the Gaudi Stool which was created in 2009. It was designed using the same method as Antoni Gaudi, who made models of hanging chains, which upside-down showed him the strongest shape for his churches. Additionally, to be able to determine the structure of the chair’s backrest, a software script was used.

The script was based on three steps: Firstly the distribution of forces across the surface of the chair. Secondly the direction of forces defined the direction of the ribs. Finally the amount of force specified the height of a rib.

Materials and techniques were chosen to create a lightweight chair. The surface is of carbonfiber, the ribs are made of glass-filled nylon, by selective laser sintering. The project researches how new technoloqy can be based on simple, logical concepts. In this case a concept which has proven it’s strength and beauty for over a hundred years.

via dezeen;


http://www.dezeen.com/2010/06/11/gaudi-chair-by-studio-geenen/#more-82758

http://www.studiogeenen.com/