Tuesday, March 12, 2024

Konsep Rumah Peribadatan di IKN

 

Konsep perancangan kompleks peribadatan di IKN ini merupakan sebuah proposal yang diajukan dalam kompetisi IKN tahun 2021

PERIBADATAN

Kompleks peribadatan ini terdiri dari 4 tempat ibadah , dimana tempat ibadah itu adalah vihara , gereja katedral , gereja Kristen, pura dan klenteng. Pertanyaan mendasar adalah bagaimana menyatukan kompleks ini sebagai suatu kesatuan bangunan-bangunan keagamaan. 

Ide dasarnya adalah dengan jalan menciptakan sebuah plaza pemersatu dimana plaza ini berfungsi sebagai areal meditasi spiritual yang mempersatukan seluruh kawasan dengan alam , yaitu bunyi air dan angin. Maupun fungsi lain yang bersifat oleh raga spiritual seperti yoga dan meditasi. Area ini diharapkan tidak memiliki batas formal seperti pagar tetapi memiliki jembatan dan pedestrian bridge sebagai penegas sekaligus penghubung antar agama yang berbeda-beda.

PENDEKATAN SITE DAN GUBAH MASSA

Dengan kontur pegunungan kita menggunakan strategi pemanfaatan kontur yang tinggi untuk meletakan tempat ibadah utama di area utama sementara bangunan pendukung lainnya pada kontur yang rendah. Jika diperlukan menggunakan pilotis supaya memanfaatkan value alamiah ini. 

ANGGREK HITAM SEBAGAI IDE DASAR

Untuk mempersatukan seluruh kompleks itu kita mengembangkan imajinasi bunga anggrek hitam sebagai bunga anggrek yang khas dari Kawasan tersebut, sehingga kelopak bunga ini merupakan batas sekaligus berfungsi sebagai jogging track diantara .bangunan-bangunan ibadah ini masing-masing memiliki entrancenya tersendiri dan yang paling penting adalah area ibadah utama yang ditampilkan di setiap Kawasan sementara area pendukungnya dibuat lebih tenggelam mengikuti kontur yang menurun sehingga bangunan ibadah menjadi lebih menonjol daripada banguna pendukungnya. 

Kita ingin membatasi pagar diantara bangunan tersebut sehingga mereka dapat saling berbaur dan menggunakan fasilitas bersama di area plaza meditasi ini. Bangunan-bangunan ini dibuat tidak didasarkan atas warna maupun bentuk tradisional , tetapi kita ingin membuatnya sebagai bangunan spiritual yang indah , sehingga masing-masing di simplifikasikan ke bentuk paling modern dari tipologi. 

Hal ini dimaksudkan supaya manusia yang datang ke tempat itu memiliki rasa spiritualitas, sehingga bangunannya dibuat monokromatik dengan material beton ekpos, sehingga satu-satunya yang menonjol dri bangunan ibadah ini adalah sinar cahaya alamnya untuk mencapai titik piritual manusia dan alam, sehingga alam menjadi background dan warna representasi keagungan Tuhan yang maha esa sehingga setiap orang yang datang merasakan kehadiran Tuhan lewat sinar matahari dan warna-warna alamiah.

 

KONSEP BENTUK & MATERIAL

Konsep bentuk nya mengacu kepada bentuk bentuk geometri dasar dari masing masing bangunan : Gereja katolik dengan bentuk Salib, Bangunan Gereja protestan: Kotak, Vihara segi empat dan segi 8, bangunan Klenteng menggunakan bentuk dasar bulat, oval dan segi 8. Bangunan pura menggunakan bentuk dasar segitiga yang bertumpuk-tumpuk. Bagimana menunjukkan bangunan bangunan ini sangat maju dari sisi konsep bangunan peribadatan masa depan yang mengedepankan bagian bagian yang esensial dalam spiritualnya yaitu pencahayaan alami, bayangan. Symbol-symbol lain seperti patung para dewa di area peribadatan mejadi lebih menonjol karena semua bangunan dan alam menjadi background yang esensial.

Tetapi semuanya adalah Indonesia sehingga diberi unsur Kayu Ulin dan beton sebagai spirit kelokalan. Untuk bangunan gereja Katedral dan gereja Kristen menggunakan sirip-sirip dari beton yang memberikan efek bayangan karena dapat menetralisir pencahayaan. 

Semua bangunan ini dibuat monokromatik dengan beton abu-abu sebagai warna dasar. Yang kemudian akan memasukan sinar matahari dan warna-warna natural ini memberikan kesan yang tenang dan spiritual.

 

DISTRIBUSI PROGRAMMING

Secara programming fungsi fungsi yang ada di dalam area peribadatan cukup banyak dan beragam, sehingga kita memilah program tersebut menjadi dua bagian utama yaitu area utama untuk beribadah ditempatkan di titik tertinggi setiap site, serta fungsi-fungsi pendukung lainnya yang ditepatkan pada sisi terendah di dalam site dan dibuat melengkung sebagai upaya dalam menguatkan struktur tanah supaya tidak terjadi longsor. Dan Kawasan ini juga mendapatkan plaza internal yang privat. Setiap supporting systemnya berhubungan langsung dengan tempat ibadah masing-masing.

 

PLAZA SPIRITUAL

satu-satu nya hal menonjol dalam kompleks peribadatan ini adalah adanya plaza spiritual, dengan bentuk oval, sebagai plaza pemersatu semua agama.  Artikulasi plaza dan pathway yang diselubungi oleh artistic curve yang terbuat dari metal dan akan dirambati oleh tanaman merambat sehingga setiap orang bisa melakukan meditasi di plaza maupun berolahraga di sekeliling area peribadatan tanpa pernah merasa tersegregasi antar agama. Area plaza terdiri dari air yang mengalir sebagai representasi kejernihan, olah rasa dan olah jiwa, serta lansekap tropis yang memberikan rasa kedamaian.

 

AKSESIBILITAS

Setiap Kawasan memiliki aksesibilitas mobil dan manusia karena memiliki entrance sendiri sendiri untuk beribadah, demikian juga untuk area pendukung dan servis yang memilik aksesibilitasnya tersendiri, tetapi setiap orang memilki akesibilitas yang sama dari Plaza spiritual.

 

Project Kredit:

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment