Saturday, February 6, 2010

Mumuth, The house for music, Austria by UNSTUDIO

Mumuth







http://www.unstudio.com/
http://www.dezeen.com/2009/02/19/mumuth-by-unstudio/
http://totonko.com/2009/02/mumuth-unstudio/
http://www.arcspace.com/architects/un/mumuth/mumuth.html
http://directorioarco.blogspot.com/2009/02/un-studiomumuth-house-for.html

41 Cooper Square: Morphosis yang tetap konsisten pada karya instalasi nyata yang diterapkan di setiap proyeknya





http://morphopedia.com/projects/41-cooper-square
http://www.dezeen.com/2009/10/11/41-cooper-square-by-morphosis/

Morphosis
41 Cooper Square - New York, USA


Skala yang Gigantis dari project MAXXI

MAXXI National Museum of XXI century arts_Italy by Zaha Hadid











MAXXI National Museum of the XXI Century Arts - Roma, Italia
Zaha Hadid Architects

http://www.dezeen.com/2009/11/12/maxxi_national-museum-of-the-xxi-century-arts-by-zaha-hadid/
http://www.designboom.com/weblog/cat/9/view/8164/zaha-hadid-maxxi-national-museum-of-xxi-century-art-rome-complete.html
http://forum.skyscraperpage.com/showthread.php?t=165989
http://www.e-architect.co.uk/rome/maxxi_rome.htm
http://www.zaha-hadid.com/

Monday, January 11, 2010

Belajar dari Kandangan, In Conversation with Singgih_Magno_Kartono

Ditengah gerimis di akhir tahun 2009, saya menyempatkan diri menyusup melintasi jalan dengan pepohonan yang rindang menuju desa kecil Kandangan, di daerah Temanggung Jawa Tengah. Menemui seorang kawan, Singgih Kartono yang kreatif, bersahaja, sekaligus visioner. Seseorang yang berhasil menyulap mentalitas warga sekitar Kandangan, menciptakan magno wooden radio, sekaligus menanam pohon. Delapan pohon ditanam setiap satu buah radio kayu yang diproduksi. Radio kayu yang sangat minimalis, dengan kayu sonokeling hitam, diadu dengan kayu pinus dengan warna yang coklat muda. Jalan panjang yang dipilih Singgih untuk kembali ke desa dan membangunkan masyarakat yang tertidur di sekitarnya untuk kemudian dilirik mayarakat London dan Tokyo soal tanggungjawab moral pada bumi, maupun pada pepohonan di sekitarnya.
Studionya terhitung sangat rindang dengan beberapa pohon besar yang memang dipertahankan terdiri dari dua lantai bangunan dengan bata exposed. sisanya berupa besi hollow yang ringan yang di cat putih. Kami diajak berdiskusi di lantai dua dengan sebuah mac putih dan beberapa buku yang berada di rak mas Singgih asik mengutak -atik desain, dengan kaca lebar yang luas setiap saat dia bisa melihat rumahnya yang juga didesain sendiri sangat minimal sejalan dengan ide-ide rancangan produknya.
Tahun 2009 ini Magno wooden radio karya mas Singgih mendapatkan penghargaan Brit Insurance Design of the Year dari The Design Museum London. Dengan dewan jury yang terdiri dari Alan Yentob, Paola Antonelli, Karen Blincoe, kritisi fashion Sarah Mower, dan arsitek Peter Cook. Dengan produk lokal, dikerjakan oleh tangan daerah, melakukan penanaman kembali, dijual di seluruh dunia secara online Singgih berhasil menawarkan beberapa hal secara sekaligus, ekoproduct, sustainability dan glocal. radio mungil magno ini selain dapat menangkap siaran radio FM dan AM sekaligus dapat disambung dengan MP3 maupun Ipod.
Ngobrol dengan Mas Singgih sore itu ditemani juga istrinya Sri Wahyuni, telah menginspirasi saya.

Sekali lagi selamat buat mas Singgih, saya telah belajar banyak dari Kandangan. (Budi Pradono)













Thursday, January 7, 2010

China Hills by MVRDV exhibition at Beijing Center for the arts

Pameran tentang China Hills karya MVRDV di Beijing Centre for the Arts, Beijing, China

Dibuka sejak tgl 28 November 2009 – 28 feb 2010 bertempat di Beijing Centre for the Arts

Pameran ini merupakan alternatif dengan hipotesis site 1x1x0.5 km persegi mampu menampung 100.000 orang dengan keseimbangan antara program urban dan nature, pertanian, dan produksi energy. Dengan bentuk gunung dan dapat direalisasikan dengan technologi terkini.

Pada tahun 2008 ini merupakan gerakan global dari populasi pedesaan menuju populasi urban. Pada duapuluhtahun terakhir perkembangan ekonomi yang luarbiasa telah menyebabkan urbanisasi yang tidak terkendali. Dengan ukuran yang sangat impresif

Proposal ini menggabungkan individualitas dengan tanggungjawab kolektif, yang menghubungkan arsitektur dengan urbanism dan merubah urbanism menjadi landscape architecture.

Beijing Center for the Arts, bekerjasama dengan project developer Beijing Vantone Three Dimensional City Investment Co. Ltd, menghadirkan pameran berjudul: “BCA Green Project II” – “Three Dimensional City: Future China”.

Dengan semangat kolektif dari arsitek-arsitek dunia dan para seniman tingkat Nasional maupun Internasional, meliputi para ahli urban planning, city ecology, lingkungan hidup, para pembuat keputusan dari pemerintah dan para stakeholder lainnya.








tulisan ini merupakan rangkuman dari Dezeen;
http://www.dezeen.com/2010/01/05/china-hills-by-mvrdv/